Kendall Jenner

Kamis, 19 Oktober 2017

ETIKA PROFESI AKUNTANSI TENTANG ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE TBK TAHUN 2014

Diposting oleh Unknown di 05.12 0 komentar
Diajukan untuk melengkapi tugas (softskill) dengan jadual perkulihan yaitu Etika Profesi Akuntansi

Dosen :
Evan Indrajaya

Disusun Oleh :
Nama : Niken Permata Sari
NPM                   : 27214939
    Kelas                :4EB31  







FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
JAKARTA
2017

I.                   Pendahuluan
      Perusahaan pembiayaan adalah badan usaha khusus didirikan untuk melakukan sewa guna usaha, anjak piutang, pembiayaan konsumen, dan /atau usaha kartu kredit. Fasilitas yang diadakan oleh perusahaan pembiayaan sangat meringankan beban konsumen yang kekurangan dana untuk membeli barang yang dibutuhkannya untuk mendukung kegiatannya. Oleh karena itu perusahaan pembiayaan menjadi salah satu pilihan terutama untuk pembiayaan kendaraan. Di tahun 2014 rata-rata industri mengalami masa sulit dan resesi.
      Akibatnya industri otomotif pun ikut terkena dampaknya, termasuk para pelaku bisnis pembiayaan kendaraan. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk yang merupakan salah satu perusahaan pembiayaan kendaraan terbesar di Indonesia juga ikut mengalami masa sulit di tahun 2014. Pada tahun tersebut perusahaan mengalami penurunan laba bersih sebesar 56,03% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ini merupakan penurunan laba bersih tebesar dalam periode lima tahun terakhir.
      Hal ini membuat perusahaan harus mengevaluasi kembali kinerja perusahaannya. Kinerja keuangan perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangannya melalui analisis rasio keuangan dan Du Pont. Analisis Du Pont menggabungkan rasio yang terdapat dalam neraca dan rasio yang terdapat pada laporan laba rugi ke dalam dua ringkasan alat ukur keuangan sehingga dapat dilihat bagaimana kinerja keuangan perusahaan dan melalui analisis rasio peneliti juga membandingkan kinerja perusahaan dengan rata-rata industri sejenis sehingga dapat dilihat apakah perusahaan berada di bawah, sama atau di atas rata-ratanya.

II. Kajian Pustaka
2.1 Manajemen Keuangan
      Pengertian manajemen keuangan menurut Bambang Riyanto (2008:4), menerangkan bahwa: “Manajemen keuangan sebagai keseluruhan aktivitas perusahaan yang bersangkutan dengan mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin”.

2.2 Pengertian Laporan Keuangan
      Pengertian laporan keuangan menurut Martono dan Agus (2007:51) yaitu “laporan keuangan merupakan ikhtisar mengenai keadaan keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu”. Menurut Fahmi (2011:2) definisi laporan keuangan adalah “laporan keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan, dan lebih jauh informasi tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan perusahaan tersebut”.
2.3 Pengertian Kinerja Keuangan
      Menurut Riyanto (2008:253) kinerja keuangan adalah “suatu kegiatan untuk melakukan kegiatan pelaporan keuangan menurut standar keuangan yang telah ditetapkan”. Kinerja keuangan suatu perusahaan dapat diartikan sebagai prospek atau masa depan, pertumbuhan dan potensi perkembangan yang baik bagi perusahaan.
2.4 Tujuan Analisis Kinerja Keuangan
      Menurut Munawir (2004:31), tujuan pengukuran kinerja keuangan adalah sebagai berikut:
a. Untuk mengukur tingkat likuiditas
b. Untuk mengetahui tingkat solvitabilitas,
c. Untuk mengetahui tingkat profitabilitas dan rentabilitas
d. Untuk mengetahui tingkat aktivitas usaha
2.5 Analisis Rasio Keuangan
      Menurut Munawir (2004:37) Analisa Rasio adalah suatu metode analisa untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut. Menurut Munawir (2004:68) Berdasarkan sumber datanya maka angka rasio dapat dibedakan menjadi :
1. Rasio-rasio neraca (balance sheet ratio)
2. Rasio-rasio laporan laba rugi (income statement rations)
3. Rasio-rasio antar laporan (interstatement ratios)
Sedangkan berdasarkan tujuannya, angka-angka rasio keuangan dapat diklasifikasikan sebagi berikut :
1.      Rasio Likuiditas
      Menurut Harahap (2007:301), rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya. 

2.      Rasio Solvabilitas
            MenurutHarahap (2007:303), rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjangnya atau kewajiban-kewajibannya apabila perusahaan dilikuidasi.

3.      Rasio Aktivitas
            Menurut Harahap (2010: 308), rasio ini mengambarkan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan, pembelian dan kegiatan lainnya.

4.      Rasio Profitabilitas
            Menurut Harahap (2007:304), rasio profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada. 

2.6 Analisis Du Pont
      Brigham dan Houston (2010:156) menyatakan bahwa persamaan Du Pont yang diperluas dapat menunjukkan bagaimana margin laba, rasio perputaran total aset, dan equity multiplier bergabung untuk menentukan tingkat pengembalian atas ekuitas. Manajemen dapat mengggunakan persamaan 
Du Pont yang diperluas untuk menganalisis cara-cara memperbaiki kinerja perusahaan. Persamaan Du Pont yang diperluas yang menunjukkan bagaimana margin laba, rasio perputaran total aset, dan pengganda ekuitasnya bergabung untuk menetukan ROE.



III. Metode Penelitian
3.1 Waktu dan Tempat
      Penelitian Objek penelitian dari penulisan ini adalah perusahaan pembiayaan yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) yaitu PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk dengan alamat kantor pusat di Landmark Centre Tower A lantai 26-31, Jalan Jend Sudirman Kav. 1, Jakarta Selatan. Waktu penelitian dimulai pada awal peneliti menemukan fenomena yaitu bulan Februari 2015 sampai dengan Juni 2015.
3.2 Pengumpulan Data
      Didalam penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan data sekunder laporan keuangan yang diperoleh dari www.idx.co.id pada tahun 2013 dan 2014.
3.3 Metode Analisis
       Dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan tujuan ingin mendeskripsikan fenomena tentang kinerja keuangan dengan melakukan perhitungan yang relevan terhadap fenomena yang diteliti dan menggunakan tabel, grafik dan bagan sesuai dengan relevansi fenomena. Langkah-langkah yang digunakan dalam metode analisis ini adalah
1. Menyediakan laporan keuangan perusahaan meliputi nerasa dan laporan laba rugi pada periode 2013-2014.
2. Menghitung dengan menggunakan analisis rasio dan membandingkannya dengan rata-rata industri sejenis di BEI.
3. Menghitung dengan menggunakan analisis Du Pont pada periode yahun 2013-2014.

IV. Pembahasan
Berikut ini merupakan hasil analisis rasio keuangan perusahaan serta dibandingkan dengan rata-rata industri sejenis di BEI.
1. Rasio Likuiditas
a. Current Ratio
Hasil current ratio PT ADMF mengalami penurunan sebesar 12,04% pada tahun 2014 dibandingkan tahun 2013. Jika dibandingkan dengan rata-rata industri current ratio PT ADMF pada tahun 2013 dan 2014 berada di atas rata-rata industri, hal ini berarti kondisi perusahaan masih dalam kondisi yang likuid dibanding perusahaan lain sejenisnya.
b. Cash Ratio
Hasil cash ratio PT ADMF mengalami penurunan sebesar 36,55% pada tahun 2014 dibandingkan tahun 2013. Jika dibandingkan dengan rata-rata industri cash ratio PT ADMF pada tahun 2013 berada di atas rata-rata industri, hal ini berarti kondisi perusahaan masih dalam keadaaan yang likuid dibanding perusahaan lain sejenisnya. Sedangkan pada tahun 2014 cash ratio berada dibawah rata-rata industri, hal ini berarti kondisi perusahaan kurang likuid dibanding perusahaan lain sejenisnya.
2. Rasio Solvabilitas
a. Debt Ratio

Hasil debt ratio PT ADMF mengalami peningkatan sebesar 7,25% pada tahun 2014 dibandingkan tahun 2013. Jika dibandingkan dengan rata-rata industri debt ratio PT ADMF pada tahun 2013 dan 2014 berada di atas rata-rata industri, hal ini berarti risiko kegagalan perusahaan untuk mengembalikan pinjaman semakin tinggi dibanding perusahaan lain sejenisnya
b. Debt to Equity Ratio
Hasil DER PT ADMF mengalami peningkatan sebesar 53,33% pada tahun 2014 dibandingkan tahun 2013. Jika dibandingkan rata-rata industri DER PT ADMF pada tahun 2013 dan 2014 berada di atas rata-rata industri, hal ini berarti perusahaan dibiayai oleh utang lebih banyak dan risiko pengembalian pinjaman kepada kreditur lebih besar dibanding perusahaan lain sejenisnya.
3. Rasio Aktivitas
a. Receivable Turn Over
Hasil RTO PT ADMF mengalami peningkatan sebesar 5,85% pada tahun 2014 dibandingkan tahun 2013. Jika dibandingkan dengan rata-rata industri RTO PT ADMF pada tahun 2013 dan 2014 berada dibawah rata-rata industri, hal ini berarti penagihan piutang yang dilakukan perusahaan dianggap lebih lama dibanding perusahaan lain sejenisnya.
b. Total Assets Turn Over

Hasil TATO PT ADMF mengalami peningkatan sebesar 7,69% pada tahun 2014 dibandingkan tahun 2013. Jika dibandingkan rata-rata industri TATO PT ADMF pada tahun 2013 dan 2014 berada di atas rata-rata industri, hal ini berarti perusahaan sudah mampu memaksimalkan aset yang dimilikinya dibanding perusahaan lain sejenisnya. 
4. Rasio Profitabilitas
a. Return On Assets
Hasil ROA PT ADMF mengalami penurunan sebesar 54,46% pada tahun 2014 dibandingkan tahun 2013. Jika dibandingkan rata-rata industri ROA PT ADMF pada tahun 2013 berada di atas rata-rata industri, hal ini berarti tingkat pengembalian aset berada dalam kondisi yang baik dibanding perusahaan lain sejenisnya. Sedangkan pada tahun 2014 ROA berada di bawah rata-rata industri, hal ini berarti kondisi tingkat pengembalian aset tidak baik dibandingkan perusahaan lain sejenisnya.
b. Return On Equity
Hasil ROE PT ADMF mengalami penurunan sebesar 34,90% pada tahun 2014 dibandingkan tahun 2013. Jika dibandingkan rata-rata industri ROE PT ADMF pada tahun 2013 dan 2014 berada di atas rata-rata industri, hal ini menunjukkan tingkat pengembalian ekuitas perusahaan masih dalam kondisi yang baik dibandingkan perusahaan lain sejenisnya. 
5. Analisis Du Pont
Hasil analisis Du Pont menunjukkan bahwa ROE PT ADMF pada tahun 2014 mengalami penurunan sebesar 34,91%, hal ini disebabkan karena adanya penurunan ROA sebesar 54,48%, walaupun ada peningkatan pada pengganda ekuitasnya sebesar 42,91%. ROA mengalami penurunan dikarenakan adanya penurunan atas margin laba bersih sebesar 57,00%, walaupun perputaran aktiva mengalami peningkatan sebesar 7,69%.
      Penurunan margin laba bersih dipengaruhi oleh penurunan laba bersih sebesar 56,03%, hal ini dikarenakan terlalu besarnya total biaya yang dikeluarkan pada tahun 2014. Total biaya operasional meningkat sebesar 17,84%, sementara penjualan hanya meningkat sebesar 2,31%. Walaupun pada periode ini terjadi peningkatan pada perputaran aktivanya yang disebabkan karena adanya penurunan pada total aktiva sebesar 3,43%. Namun peningkatan perputaran aktiva ini tidak diimbangi dengan kenaikan margin laba bersih, sehingga ROE yang dihasilkan menurun.

V. Kesimpulan
      Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.      Kinerja keuangan PT ADMF pada periode tahun 2013 dan 2014 dilihat dari rasio likuiditasnya terlihat bahwa perusahaan masih kurang likuid dikarenakan adanya penurunan pada curent ratio dan cash ratio yang berarti kemampuan perusahaan menurun untuk membayar utangnya yang akan jatuh tempo. Sedangkan jika dibandingkan dengan rata-rata industri curent ratio dan cash ratio perusahaan pada tahun 2013 berada di atas rata-rata industrinya yang berarti kondisi perusahaan dalam keadaaan likuid dibandingkan perusahaan lain sejenisnya. Pada tahun 2014 nilai curent ratio perusahaan berada di atas rata-rata sehingga perusahaan berada dalam kondisi yang likuid untuk membayar utang-utang jangka pendeknya dengan aset lancarnya namun nilai cash ratio berada di bawah rata-rata industri yang berarti perusahaan masih kurang likuid untuk membayar utang jangka pendeknya menggunakan kas dan setara kas yang tersedia.
2.      Kinerja keuangan PT ADMF pada periode tahun 2013 dan 2014 dilihat dari rasio solvabilitasnya mengalami penurunan dikarenakan nilai debt ratio dan debt to equity ratio yang mengalami peningkatan, hal ini berarti aktiva perusahaan pada tahun 2014 dibiayai oleh utang lebih besar daripada di tahun 2013 dengan kata lain perusahaan mempunyai risiko kegagalan yang lebih tinggi untuk mengembalikan pinjaman kepada pihak kreditur apabila perusahaan dilikuidasi. Sedangkan jika dibandingkan rata-rata industri pada tahun 2013 dan 2014 perusahaan juga mengalami penurunan karena nilai debt ratio dan debt to equity ratio berada di atas rata-rata industri sejenisnya yang berarti mempunyai risiko kegagalan lebih tinggi untuk pengembalian pinjaman dibandingkan perusahaan sejenis lainnya.
3.      Kinerja keuangan PT ADMF pada periode tahun 2013 dan 2014 dilihat dari rasio aktivitasnya mengalami peningkatan dikarenakan nilai RTO dan TATO yang mengalami kenaikan, hal ini berarti perusahaan mengalami peningkatan efektivitas pada pengelolaan aset yang dimilikinya. Sedangkan jika dibandingkan dengan ratarata industri pada tahun 2013, nilai RTO berada di bawah rata-rata industri yang berarti penagihan piutang yang dilakukan perusahaan dapat dianggap tidak berhasil, namun untuk nilai TATO perusahaan berada di atas rata-rata industri yang berarti perusahaan sudah mampu memaksimalkan asetnya untuk menghasilkan penjualan . Pada tahun 2014 perusahaan juga mengalami kondisi yang sama dengan tahun 2013, dimana nilai RTO berada dibawah rata-rata industri dan nilai TATO berada di atas rata-rata industrinya.
4.      Kinerja keuangan PT ADMF pada periode tahun 2013 dan 2014 dilihat dari rasio profitabilitasnya mengalami penurunan dikarenakan nilai ROA dan ROE yang menurun, hal ini berarti efektivitas perusahaan menurun untuk menghasilkan keuntungan. Sedangkan jika dibandingkan rata-rata industri pada tahun 2013, nilai ROA dan ROE berada di atas rata-rata industri yang menunjukkan efisiensi perusahaan yang baik dibandingkan perusaaan lain sejenisnya. Pada tahun 2014 nilai ROA berada dibawah rata-rata industri yang berarti perusahaan mempunyai tingkat pengembalian yang rendah atas nilai yang diinvestasikan dalam aset guna memperoleh laba, namun untuk nilai ROE berada di atas rata-rata industri yang menunjukkan kemampuan perusahaan yang baik dalam memaksimalkan modalnya untuk dijadikan laba bersih dibandingkan perusahaan lain sejenisnya.
5.      Kinerja keuangan PT ADMF diukur dengan menggunakan analisis Du Pont periode tahun 2013 dan 2014 mengalami penurunan. Pada tahun 2014 ROE mengalami penurunan sebesar 34,91% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan karena turunnya margin laba bersih. Penurunan margin laba bersih dipengaruhi oleh penurunan laba bersih yang tinggi pada periode ini, hal ini menunjukkan bahwa walaupun penjualan mengalami peningkatan, namun peningkatannya tidak sebanding dengan peningkatan total bebannya. Beban yang terlalu besar yang tidak sebanding dengan penjualannya menyebabkan penurunan pada ROE.
sumber : https://media.neliti.com/media/publications/97017-ID-analisis-kinerja-keuangan-pt-adira-dinam.pdf



Senin, 18 September 2017

TUGAS ETIKA PROFESI – KPK PERIKSA WAWAN ATAS KASUS KORUPSI ALAT KESEHATAN

Diposting oleh Unknown di 18.58 0 komentar
Jakarta, CNN Indonesia — Gubernur Banten nonaktif Ratu Atut Choisiyah mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (27/5), pada pukul 9.30 WIB.
Kepala Bagian Informasi dan Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha berkata, Atut dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi dan pemerasan pada proyek pengadaan alat kesehatan di provinsi yang pernah dipimpinnya.
Begitu tiba di kantor komisi antikorupsi, Atut tak mengeluarkan pernyataan apa pun. Atut yang mengenakan seragam oranye bertuliskan tahanan KPK langsung melenggang masuk ke lobi utama kantor KPK.
Selain Atut, Rabu ini penyidik KPK juga akan memeriksa Tubagus Chaeri Wardana Chasan alias Wawan. Namun hingga siang, adik kandung Atut yang juga menjadi tersangka pada kasus tersebut belum datang ke kantor KPK.
Perkara dugaan korupsi alat kesehatan ini merupakan babak baru dari persoalan hukum yang menjerat Atut. Sebelum ini, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta telah memvonis bersalah Atut pada kasus suap pemilihan kepala daerah Lebak. Ketika itu ia dihukum penjara selama tujuh tahun.
KPK, Selasa (26/5) kemarin juga telah memeriksa sekretaris pribadi Atut Alinda Agustine Quintansari dan pembantu rumah tangga Atut, Eneng Sumiyati alias Sumi.
September tahun lalu penyidik KPK juga telah meminta keterangan anak sulung Atut, Andika Hazrumy. Selain itu, lima karyawan di lima perusahaan rekanan Wawan, juga telah diperiksa.
Mereka adalah marketing PT Matesu Abadi Donnianus Robby, karyawan PT Sarandi Karya Nugraha Nuraeni Setya, karyawan PT Dharma Polimetal Santoso B Kusuma, Direktur PT Global Jaya Medika Mohammad Ridwan, dan Direktur PT Alfa Sarana Makmur Kaharmuddin
Terhadap Atut dan Wawan, penyidik KPK menyangkakan penggelembungan anggaran dana pengadaan alat kesehatan senilai Rp 9,3 miliar. Mereka dituding melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (obs)
Artikel  yang berjudul “Ratu Atut Diperiksa KPK sebagai Tersangka Kasus Alkes” menurut saya merupakan pelanggaran kode etik akuntansi, yaitu pelanggaran kode etik dalam penyalahgunaan laporan keuangan atau melakukan korupsi mengenai pengadaan Alat Kesehatan di wilayah Tangerang Selatan Tahun Anggaran 2012.
Pelanggaran tersebut salah satunya dilakukan oleh Ratu Atut Choisiyah yang menjabat sebagai Gubernur Banten (non aktif).
Atut bersama adiknya Wawan diduga  melakukan penggelembungan alat kesehatan senilai Rp 9,3 Miliar dan mereka dituding melangar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi.
Menurut Agnes, 1996, setiap profesi yang memberikan pelayanan terhadap masyarakat harus memiliki kode etik yang merupakan seperangkat moral dan mengatur tentang etika profesional.  Salah satu fungsi adanya kode etik adalah melindungi  masyarakat dari kemungkinan dirugikan oleh pihak lain. Namun, dalam kasus ini negara indonesia mengalami kerugian mencapai Rp 9,3 Miliar.
Prinsip etika profesi yang tencantum dalam kode etik Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) salah satunya adalah bahwa setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan publik, menghormati kepercayaan publik dan menunjukan komitmen atas profesionalisme.
Kesimpulannya, tindakan yang dilakukan oleh Atut sebagai Gubernur malah sebaliknya, ia tidak bersikap profesional dan menyalahgunakan kepercayaan publik. Pengadaan alat kesehatan yang notabene untuk masyarakat, dimanipulasi oleh Atut hingga merugikan keuangan negara sebanyak Rp 9,3 Miliar.
Seharusnya, Ratu Atut Choisiyah sebagai seorang gubernur mampu menjalankan kewajiban sebagai seorang Gubernur, diantaranya menaati seluruh ketentuan peraturan perundangundangan, menjaga etika dan norma dalam pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah serta menerapkan prinsip tata pemerintahan yang bersih dan baik.
Sumber: http://levanarizkidaenira14.blog.st3telkom.ac.id/2016/10/09/tugas-etika-profesi-kpk-periksa-wawan-atas-kasus-korupsi-alat-kesehatan/

Selasa, 27 Juni 2017

TUGAS 4 BAHASA INGGRIS 2

Diposting oleh Unknown di 00.55 0 komentar
[Adjective adalah kata sifat untuk menerangkan kata benda (noun) atau kata ganti (pronoun) yg dapat berupa orang (person), tempat (place), binatang, benda atau abstrak.]

*Adjective*
Contoh dengan 1 adjective:
-the dog is very aggresivee
-i knew that my father was angry
-i want to live in a beautiful house
-his academic achievent is very good
-he visits gym center to get an athletic boy

Contoh dengan 2 adjective:
-curly and black hair
-brainy and pretty woman
-bad and dirty house
-beautiful and expensive flowers
-he is very attitudinal and handaome

Contoh dengan 3 adjective:
-the sweet chocolate is quite delicious and goodish
-ugly woman is arrogant and busy
-my sweet beloved boyfriend is very handsome
-my father was angry because his guitar favorite broke
-the black beautiful dress is more expensive than car

[Adverb adalah kata keterangan. Mempunyai kesamaan dengan adjective. Jika adjective menmbah kejelasan arti pada benda, adverb menambah kejelasan pada kata benda (verb).]

*Adverb*
Contoh adverb of maner:
-he suddenly came without let me know first
-my boyfriend always talk to me gently
-we need to do the work together
-the soldiers died peacefully in a war
-when he is in a hurry he writes quickly

Contoh adverb of frequency:
-sometimes i feel bored with my job
-i frequently rearrange my bedroom
-the manager is rarely go to home early
-ely seldom visits her prents at her hometown
-i usually go to school at 7 o'clock in the morning

Contoh adverb of time:
-the children recently went home
-ningsih arrives from london today
-saipul got the birthday surprise party yesterday
-i paid a call my friend in the hospital last night
-they sent a box of green tea cake to me eleven days ago

Contoh adverb of place:
- he was upstairs, but now he already
-if you can feel it, love is everywhere
-my mother is on her flight to lombok
-juju lives away from her parents
-you can put your bag here

Selasa, 23 Mei 2017

BAHASA INGGRIS 2 TUGAS 3

Diposting oleh Unknown di 04.41 0 komentar
IF Conditional
Rumus Conditional Sentences :
Conditional 1. If + S + Present Tense, S + Future
Conditional 2. If + S + Past Tense, S + Past Future
Conditional 3. If + s + Past Perfect, S + Future Past Perfect

 Dibawah ini adalah judul artikel yang mengandung kalimat IF Condition Sentences :
To Go To Zimbabwe Need To Read - U.S. Economic Sanctions Against Zimbabwe
If You Are Planing To Go To Zimbabwe You Need To Read This First - US Economic Sanctions Against Zimbabwe American Hunters considering traveling to Zimbabwe need to read and familiarize themselves with the issued Treasury Department's Office of Foreign Assets Control (OFAC) .
If I were Prime Minister, I’d privatise the NHS. This Executive Order prohibits US persons, wherever located, or anyone in the United States from engaging in any transactions with any person, entity or organization found on this list which is compiled and regularly updated by The US Treasury Department's Office of Foreign Assets Control (OFAC).
This list also names properties where American hunters are forbidden to hunt legally. No American should have any dealing with anyone on this list. For more information please visit the website of the US Treasury Department's Office of Foreign Assets Control by clicking here.
If you’d been here earlier, you could have had it provides a fact sheet with general information about the Zimbabwe sanctions program imposed by the new Executive Order. For the search result of OFAC's SDN ( Specially Designated Nationals)
List Zimbabwe And that at no time will you be hunting on a sanction listed property. Criminal fines for violating the Executive Order or regulations to be issued pursuant to the Executive Order are severe. It is no guarantee of protection against prosecution.


Dari Artikel diatas, terdapat If Conditional yaitu :
1.  Conditional type 1 terdapat di paragraph 1 (Satu) yaitu :
If You Are Planing To Go To Zimbabwe You Need To Read
2.  Conditional type 2 terdapat di paragraph 2 (Dua) yaitu :
If I were Prime Minister, I’d privatise the NHS
3.  Conditional type 3 terdapat di paragraph 4 (Empat) yaitu :
If you’d been here earlier, you could have had it provides a fact
Referensi :
http://warnianuraeni.blogspot.co.id/2011/03/artikel-conditional-sentences-dan.html


Rabu, 26 April 2017

TUGAS 2 BAHASA INGGRIS BISNIS 2. MODAL

Diposting oleh Unknown di 08.04 0 komentar
Modal (modalitas) adalah bentuk kata yang membantu kata kerja. Modal harus disandingkan dengan verbs. Oleh karenanya, modal juga sering dinamakan kata kerja ganti.
THE KINDS OF MODALS (JENIS-JENIS MODAL)
Secara garis besar. modal dibagi menjadi dua, yaitu modals present dan modals past. Perhatikan tabel berikut ini.
Modals Present
Modals Past
Can (bisa)
Could
Will (akan)
Would
Shall (akan)
Should
May (boleh)
Might
Must
Had to
Should (harus/Sebaiknya)
-
Ought to (harus/Sebaiknya)
-

Catatan :
Selain contoh modal di atas. ada beberapa kata yang juga memiliki makna yang sama, seperti :
Can/could : be capable of. be able to. manage to
Will/shall : he doing to, be about to
May/might : perhaps, probable, possible, presumable bad better, be supposed to
*Yang dimaksud dengan be adalah to be seperti: is, am. are, was, dan were

1.  CAN/COULD—(Be) able to
FUNGSI (FUNCTION)
“Can” dapat berfungsi menyatakan Kemungkinan dan kemampuan (possibility and ability). Menggunakan “Can” jika Anda pada kondisi dapat/ bisa melakukan sesuatu pada waktu luang (free time) atau bisa/ dapat untuk situasi umum.
“Could” dapat berfungsi menyatakan Kemungkinan dan kemampuan di masa lampau (possibility and ability in the past). Menyatakan “dapat/bisa” pada masa lampau.
 “Be able to” bukanlah merupakan modal seperti “Can” dan “Could”, tetapi merupakan kata kerja “Be” yang ditambahkan kata sifat “able” dan diikuti oleh kata kerja bentuk “to” atau sering Anda dengar dengan sebutan “Verb to infinitive”.

PERBEDAAN (DIFFERENCE)
“Be able to” berfungsi untuk menyatakan kemampuan atau ability yang dimana artinya memiliki kemampuan yang lebih, lebih spesifik. Sedangkan can dan could untuk mengungkapkan kemungkinan (possibility) tingkat kepastian untuk can kurang dari 50% could digunakan dalam situasi formal dan sopan, sedangkan can dalam situasi informal (biasanya untuk teman).

CONTOH (EXAMPLE)


Can
·         I Can Call You If I have finished my work.
·         Can I use your phone?
·         I can cook very well.
Could
·         I could read the book more faster than you yesterday.
·         My brother wishes he could have owned a house when he was twenty-five years old.
·         Could you please tell me where the nearest bank is?
Be able to
·         She has been able to sing when she was 4 years old
·         I’m able to work independently and in a team.
    Catatan: Dalam kasus permohonan. could lebih sopan dari- pada can

2.  MAY-MIGHT
FUNGSI (FUNCTION)
“May” untuk menyatakan possibility (kemungkinan) dimasa sekarang (present) dan masa depan (future).
“Might” sama seperti  may modal verb ini digunakan untuk menyatakanpossibility (kemungkinan) dimasa sekarang (present) dan masa depan (future)have untuk Menyatakan Probabilitydimasa lalu (past). Modal verb ini digunakan untuk menyatakan hypothetical situation yang terbukti tidak terjadi, lain halnya dengan may yang belum terbukti

CONTOH (EXAMPLE)


May
·         They may arrive here at 7 pm today. 
            ·         If I go there, I may come to his house
Might 
          ·        You might forget the embarassing accident tomorrow.
           ·          They might teach us if they came on time

3.  MUST – (Has/Have to) – (Had to)
FUNGSI (FUNCTION)
“Must” digunakan pada saat Anda ingin menunjukkan bahwa sesuatu yang dimaksud benar adanya dan logis. Selain itu ‘Must’ dapat digunakan untuk menunjukkan kewajiban yang begitu kuat atau kewajiban yang diperlukan menurut diri sendiri dan orang di sekitar
“Has/Have to” digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang kuat karena ada campur tangan dari pihak luar yang membuat adanya kewajiban tersebut.
“Had to” Untuk menyatakan keharusan di masa lampau

PERBEDAAN (DIFFERENCE)
Tingkat kepastian untuk must 95%, has/have to digunakan untuk menyatakan keharusan di masa sekarang. Sedangkan Had to Untuk menyatakan keharusan di masa lampau

CONTOH (EXAMPLE)

Must
·         I must work harder to achieve my goals.
·         We must stop complaining about our life.I can cook very well.
·         Must you buy a phone every year?
Has/Have to
·         She has to deliver excellent customer service..
·         They sometimes have to work on Saturday.
·         Do you have to speak English at work?
Had to
·         I had to see the dentist every 4-6 weeks.
·         had to buy that trousers

4.  SHALL – SHOULD – OUGT TO
FUNGSI (FUNCTION)
“Shall” untuk menyatakan simple future seperti halnya will namun hanya digunakan pada first person (orang pertama) I dan we jarang digunakan selain untuk polite question untuk first person.  untuk menyatakan obligation (kewajiban) pada formal situation (yang dapat berupa legal document maupun pada saat meeting. Pada situasi ini, baik second maupun third person dapat digunakan dengan modal verb ini.
Should” untuk memberi suggestion (saran) atau advice (nasehat).
“Ougt to” digunakan untuk menyatakan apa yang benar atau tepat

PERBEDAAN (DIFFERENCE)
Shall hanya memberikan sebuah nasihat atau saran saja dan should dibanding ought to lebih kuat dalam memberikan nasihat.

CONTOH (EXAMPLE)

Shall
·         I must work harder to achieve my goals.
·         The Human Resource manager shall report the employee performanceWe shall overcome it someday
Should
·         We should meet more often..
·         You should see the doctor.
Ougt to
·         ought to wear high quality running shoes.
·         We ought to select the best candidate for the job.

5.  WILL – WOULD – (Be) Going to
FUNGSI (FUNCTION)
“Will” untuk menyatakan willingness (kemauan), maupun invitation (undangan/ajakan), membuat keputusan secara spontan/tanpa rencana dan untuk membuat prediksi.
Would” digunakan untuk menyatakan (kemauan), namun lebih polite (sopan), menyatakan kemungkinan dan untuk menyatakan tindakan yang ingin dilakukan dimasa lalu.
“(Be) Going to” digunakan untuk menyatakan apa yang benar atau tepat

PERBEDAAN (DIFFERENCE)
Will lebih menyatakan kemauan ataupun ajakan dan lebih spontan dalam membuat keputusan tanpa rencana dan untuk membuat prediksi sedangkan would sama artinya dengan will namun digunkan untuk menyatakan tindakan yang ingin dilakukan dimasa lalu sedangkan (Be) Going to lebih menyatakan apa yang benar terjadi.

CONTOH (EXAMPLE) 

Will
·         Will you marry me?
·         The sandstorm will come tonight.
Would
·         Would you like to see my craft?
·         If you had remembered to invite me, I wouldhave attended your party
(Be) Going to
·         I am going to have holiday in Hongkong
·         The year 2222 is going to be a very interesting year.


 

Niken Cantik Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Ugg Boots Sale | web hosting